STP

PT Suri Tani Pemuka (STP) adalah anak perusahaan dari JAPFA. Mempunyai pabrik feed yang berlokasi di Sidoarjo, Banyuwangi, Cirebon, Lampung dan Medan. Selain itu ada beberapa bidang usaha lainnya, seperti Hatchery. Berlokasi di Singaraja, Banyuwangi, Cirata, Carita, Anyer, Indramayu.

Hendra Widjaya

Ada kondisi batiniah yang harus terlebih dahulu dicapai supaya kata-kata dan tindakan tadi efektif. Maka Mental Baja adalah kesanggupan untuk mempraktikan cara apa pun yang dituntut oleh situasi pada saat itu terlepas dari apa pendapat orang tentang anda. Sedangkan Pantang Menyerah adalah kesanggupan untuk bereaksi tanpa mempedulikan akibat yang akan mempengaruhi orang lain.

Insan Pantang Menyerah harus mampu mengatasi rasa belas kasihan dalam sesaat. Ia memusatkan perhatiannya hanya pada tujuan dan mengabaikan tebusannya. Untuk itu si Patang Menyerah harus memiliki keberanian untuk gagal, sebab mengupayakan aksi yang efektif akan selalu mengandung resiko gagal didalamnya. Si Pantang Menyerah memang kejam, namun tidak perlu jahat. Mustahil ada seorang yang ber-Mental Baja tapi tak memiliki Pantang Menyerah, demikian juga sebaliknya. Seorang yang ber-Mental Baja dan ber-Pantang Menyerah harus mampu mengerahkan seluruh kemampuannya untuk mengabaikan kritik, cemooh, dan hinaan dari orang lain.

Tindakan dan penampilan orang baik kadang tampak keras dan kejam dan terlihat mementingkan diri sendiri, tetapi di balik semua itu ia memiliki hati yang tulus dalam dirinya. Sebaliknya, seorang yang secara lahiriah berpenampilan lembut dan penuh kerendaha hati bisa jadi dibalik semua itu memiliki tujuan demi kepentingan dirinya sendiri.

3 Tahap Mental Baja, Pantang Menyerah :

1. Menangkan Apa Pun Resikonya

Ada 3 Tingkatan pada tahap ini :

- Kehitaman, mereka akan terlihat oleh siapa saja yang melihatnya.

- Penampilan mereka terhormat. Orang yang pada mulanya anda kira bisa dipercaya, tapi kemudian anda sadar bahwa sesunguhnya anda telah ditipu mentah-mentah.

- Tampak begitu baik hingga mampu mengejar kepentingannya sendiri sambil tetap dipercaya oleh korbannya karena kebaikannya.

2. Pencarian Jati Diri
Tidak ada pembagian antara bisnis, seni berperang dan spiritual. Orang membawa sifat pribadi mereka dalam kegiatan bisnis, dan tingkah laku yang mereka bawa dalam kegiatan bisnis pun akan sama dimana pun juga. Mengatasi musuh yang bersemayam di dalam diri mereka, yang berwujud cacat sifat mereka seperti: ketamakan,amarah, iri hati, ketakutan, rasa malu,dsb.

3. Sang Kesatria
Tenang dan tidak mudah terpengaruh. Kehidupan sebagai medan perang yang harus dihadapi. Kesalahan mereka yang terkalahkan oleh kehidupan ( : menyimpan begitu banyak mimpi yang tak terealisasi) adalah ketidaksiapan mereka dalam menghadapi cobaan berat.
Belajar dari setiap ujian pahit bukan hancur karena itu. Karena kemenangan adalah satu-satunya tujuan, tak ada jalan lain.

Persiapan Bagi Mental Baja, Pantang Menyerah
11 Prinsip Yang Terlupakan :


1. Lepaskan Belengu Citra Batin Dan Standar Luar.
Mental Baja Pantang Menyerah lenyap dari diri anda karena orang-orang yang bermaksud baik menanamkan ke dalam diri anda semua peraturan tentang bagaimana anda harus berperilaku dan berperasaan.
Penghargaan tertinggi di dunia ini adalah penerimaan dan persetujuan yang kita peroleh dari orang lain. Sehinga kerapkali kita menyamarkan kepentingan kita seolah itu kepentingan orang lain dan kita menggadaikan persetujuan orang lain dengan mengorbankan hak kita supaya kita dapat menerapkan cara kita sendiri.

2. Temukan Keyakinan Batin Anda.
Ada saatnya untuk menerima tamparan, namun ada saatnya pula membalas dua kali lebih keras. Yang lebih penting mengapa anda melakukan.

3. Temukan Misteri Di Balik Ketegaran Pohon Ek dan Goyangan Lembut Rerumputan.
Menguasai dan tunduk pada keadaan yang dibutuhkan saat itu.

4. Memahami Diri Sendiri.
Menemukan keberanian untuk melakukan apa yang harus dilakukan tanpa mempedulikan pendapat orang lain.

5. Lepaskan Belenggu Rasa Takut Sukses Dan Takut Gagal.
Untuk tetap dapat bersikap gigih dalam segala hal yang termasuk perkecualian, dibutuhkan kekuatan batin dan keyakinan yang tak tergoyahkan bahwa sikap anda benar.

6. Pahamilah Sifat Alami Dari Mimpi Dan Kenyataan.
Bila ada tidak suka pada dunia yang anda lihat, ubahlah persepsi anda. Boleh jadi hidup kita itu tidak berjalan dengan semestinya, namun bilamana kita menoleh ke belakang,maka kesempurnaan itu menjadi jelas.

7. Kuasailah Perbedaan Antara Kebajikan Dan Kepura-puraan.
Konsep yang keliru mengenai kebajikan hanya merupakan kehampaan dan upaya meraih pujian atau pembenaran diri sendiri mengena “sucinya” kita, supaya kita terlihat unggul dibandingkan orang lain.

8. Mengatasi Rasa Takut.
Sekalipun takut, kerjakan apa yang seharusnya anda kerjakan.

9. Berlayar Melampaui Upaya Menghindari Kegagagalan Dan Mengejar Kesenangan.
Sejarah telah membuktikan bahwa pengejaran buta terhadap kesenangan dan usaha untuk menghindari penderitaan hidup hanya akan menyebabkan manusia menghancurkan dirinya sendiri.

10. Gapailah Keberanian Untuk Percaya Pada Diri Sendiri.
Ada yang merupakan gagasan individu yang radikal, yang memilii kebranian untuk percaya bahwa apa yang ada dalam lubuk hati dan pikiran mereka adalah yang benar, dan tidak hanya menerima keyakian umum yang berlaku pada masa itu.

11. Menyadari Sifat Alami Mental Baja Pantang Menyerah Dari Sang Pencipta.
Jagad raya berlangsung menurut prinsip keabadian yang sangat luas melampaui akal budi manusia.


Dasar Dari Mental Baja, Pantang Menyerah

Dharma adalah hukum alam yang menuntun kita untuk mengenali peran kita masing-masing setiap saat dalam kehidupan kita adalah dasar dari Menal Baja, Pantang Menyerah.

Setia terhadap kewajiban serta tindakan menerima dan melaksanakannya sekuat kemampuan kita. Apapun jenis pekerjaan anda, anda akan berhasil bilamana Anda mampu menunjukkan Dharma anda bagi pekerjaan itu.

Bila segala sesuatu tidak terjadi seperti yang diharapkan sebelumnya, mungkin saja itu adalah suatu hikmah.

Dharma seorang karyawan adalah mendukung tasannya dengan segenap hati. Jika anda tidak menyukai perusahaan tempat anda bekerja selama ini, tinggalkan saja. Anda tidak memiliki kebebasan untuk merusakmoral perusahaan dan reputasinya lewat ekspresi ketidak puasan anda secara terus menerus.


Menang Dengan Pemikiran Negatif

Anda dapat berhasil sebagaimana adanya anda. Kesuksesan dapat menghampiri semua orang yang paling positif maupun yang paling negative.
Sumber dari masalah kita bukan dari kenegatifan kita, melainkan kitalah yang mejatuhkan pilihan pada tugas yang tidak membawa inspirasi yang menimbulkan kenegatifan kita tersebut.


Keajaiban Kekuatan Dari Daya Tahan

Apa yang menjadikan seseorang benar-benar hebat adalah mengetahui bagaimana cara menangggung penderitaaan yang tak terperi dan menahan yang tak tertahan. Tanpa kekuatan untuk bertahan dari krisis, kita tidak akan melihat peluang di balik semua itu.


Misteri Uang

Uang dan Kekayaan diperoleh melalui hubungan dengan orang lain. Dan uang bukanlah bagian dari siapa diri kita. Anda tidak membawanya sejak lahir maupun saat masuk ke liang kubur. Misteri dari kekayaan adalah : kita tak perlu memohon, yang kita butuhkan adalah menuntut yang menjadi hak kita.


Tipu Muslihat Tanpa Kebohongan Sarana Bagi Praktisi Mental Baja, Pantang Menyerah

Tipu Muslihat Tanpa Kebohongan adalah kecerdikan. Bagi praktisi Mental Baja, Pantang Menyerah, tipu muslihat adalah sarana yang dapat digunakan untuk mencapai keuntungan yang diperlukan.

Sifat jahat tidak hadir dalam tipu muslihat itu sendiri, namun dalam pengguna dan kegunaannya. Transaksi bisnis yang baik bila dalam bisnis saya, saya mengikutsertakan kepentingan anda, dan dalam bisnis anda, anda mengikutsertakan kepentingan saya. “Bila manfaat itu saling menguntungkan, maka kerjasama akan menyusul…” Sehingga keterampilan tipu muslihat dan menjadikan orang lain memahami manfaat yang diperoleh lewat kerjasama dengan mereka sanggup membantu kita menghindari kemunduran-kemunduran yang tak perlu dan menyebakan kita berada “di atas angin”.


Enam Belas Sifat Mulia Dalam Bekerja :

1. Bekerja : Eksprsi Manusia Yang Paling Disukai.
Bila Anda bekerja, maka Anda memnuhi sebagian dari mipi bumi yang palingdisukai, yang ditugaskan kepada anda saat mimpi itu lahir.

2. Membantu Diri Sendiri Dan Orang Lain.

3. Berkarya Sebagai Ungkapan Jiwa.
Pekerjaan anda adalah tempat di mana jiwa anda akan berkembang. Melalui pekerjaan, kita akan bertemu dengan orang dan situasi yang mencerminkan kondisi dari jiwa kita.

4. Bekerja Adalah Guru Yang Paling Bijaksana.
Bekerja adalah belajar. Jerih payah itu berakkhir begitu anda memahaminya.

5. Pekerjaan Tidak Membutuhkan Anda, Tapi Andalah Yang Membutuhkanya.

6. Melalui Kerja, Takdir Terungkap.

7. Kehidupan Berevolusi Melalui Tindakan.
Melalui pekerjaan takdir pun terungkap. Selama anda masih memiliki badan anda tidak akan mampu melarikan diri dari pekerjaan.

8. Anutlah Kebajikan Petani.
Saat bertanam dan menuai tidak dapat menunggu. Jika anda cenderung menunda dan ketinggalan anda tidak akan memperoleh hasil apa-apa.

9. Rahasia Kerja Wolfgang Amadeus Mozart.
Bersama Rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa.

10. Menggunakan Intuisi Sebagai Sarana Bisnis.

11. Bekerjalah Dalam Cahaya Rahmat.
Kreativitas bukan diperoleh dari upaya manusia semata akan tetapi dari sebuah karunia yang diberikan kepada jiwa kita.

12. Temukanlah Irama Alami Anda.
Setiap dari kita adalah unik. Apa yang baik bagi seseorang belum tentu baik bagi yang lain.

13. Capailah Garis Pembatas Anda Yang Tidak Terbatas.

14 Tiga P Dalam Bekerja
Purpose (tujuan)
Perserance (kegigihan)
Patience (kesabaran)

15. Bekerja: Penuh Dengan Doa Dan Perjuangan.

16. Harmoni Antara Kehendak Tuhan Dan Keinginan Manusia.
Menyelaraskan diri dengan kehendak Tuhan adalah factor terpenting dalam mencapai sukses.


Manfaat Berpura-pura Bodoh

Merupakan kenyataan hidup, tak peduli betapa kuat dan tegarnya anda, selalu saja ada yang lebih kuat dan lebih tegar dari anda. Maka penting untuk menanamkan kepekaan guna menyadari kapan seharusnya anda membalas dan kapan anda harus mengalah. Selama sikap mengalah itu dapat mencapai tujuan anda, ia lebih efektif ketimbang membalas.
Kita semua perlu belajar untuk memilih dalam pertemuan, kapan saat kita harus melawan dan kapan kita harus menerima kekalahan dengan anggun dan kemudian mengatasi penghinaan dari kekalahan itu.

Tumbuh Subur Diantara Yang Curang Dan Tak Kenal Ampun


Anda tak mampu menghentikan orang lain yang berupaya untu memanfaatkan anda dengan licik. Jika anda tidak membela apa yang menjadi hak anda, takkan ada orang yang membelanya untuk anda. Maka jagalah keuntungan besar maupun kecil.
Praktisi Mental Baja, Pantang Menyerah menyadari bahwa untuk bersikap tegar terhadap sesama, pertama-tama anda sendiri harus lebih dahulu tegar terhadap diri sendiri dan belajar bagaimana cara mendisiplinkan jalan pikiran dan tindakan anda. Upayakanlah agar sasaran yang anda dambakan itu jangan pernah lepas dari pandangan.


Manfaatkan Naluri Pembunuh Akar Dari Pantang Menyerah

Untuk dapat berhasil dalam hidup, anda harus memiliki kemauan baja dan kegigihan untuk menyelesaikan tugas. Keberanian untuk merampungkan tugas dengan cepat dan mulus itulah naluri pembunuh, akar dari pantang menyerah.
Jika kita masih berharap untuk memperbaiki sifat kita yang takut-takut, kita tidak boleh memalingkan muka terhadap sisi gelap kenyataan.
Tanamkan raa cinta dalam diri anda, namun cerdiklah Mental Baja, Pantang Menyerah tidak lebih dari sekedar niat baik tanpa kekuatan dan kesanggupan untuk bertindak.


Kepemimpinan Mental Baja, Pantang Menyerah


Metode untuk mengenali karakter sejati seseorang

1. Berdebatlah dengannya untuk mengetahui pandangan hidupnya
2. Tantang dia dengan kata-kata untuk mengamati perubahan kondisi batiniahnya.
3. Bahas berbagai strategi dengannya untuk mengetahui kearifannya,
4. Bukalah wawasan ttg kesulitan & bahaya yg menghadang didepan untk tahu keberaniannya
5. Buatlah ia mabuk untuk mengetahui karakter yang sebenarnya
6. Mintalah ia mengelola uang untuk mengetahui kebajikannya
7. Berikanlah tugas kepadanya untuk mengetahui kecakapannya

Metode-metode yang disajikan oleh buku kuno lainnya:

1. Selama masa-masa kemalangan amati dengan siapa ia berteman
2. Selama masa-masa kemakmuran amati siapa yang akan menerima amalnya
3. Selama masa memangku jabatan tinggi, amati siapa yang dipekerjakannya
4. Selama masa-masa sulit, apakah ia bertindak dengan tidak etis?
5. Selama masa-masa miskin, dapatkah is disuap?
6. Goda dia dengan rangsangan seksual dan amati kemantapannya.


6 Jenis pemimpin :

1. Pemimpin lembut hati.
Memimpin pasukannya setulushati dan mengawasi mereka dengan standar yang ketat. Ia menyadari kesulitan yang dihadapi dan menghargai pengabdian mereka.

2. Pemimpin berhati emas.
Ia tidak menolak tanggung jawab.

3. Pemimpin bijaksana.
Ia bijak namun tidak banyak bicara. Ia kuat namun rendah hati.

4. Pemimpin taktis.
Ia sanggup mengubah kemalangan menjadi keberuntungan dan kekalahan menjadi kemenangan.

5. Pemimpin gagah perkasa.
Makin besar tantangan yang dihadapinya, makin berani tindakannya.

6. Pemimpin besar.
Bila bertemu dengan individu yang cakap, ia akan memperlakukannya dengan hormat. Ia memiliki kesanggupan untuk menerima kritik dan saran bagi orang lain. Memiliki sikap toleran namun tegas. Ia gagah berani dan ahli strategi.


8 Titik kelemahan dari para pemimpin :


1. Keserakahan.

2. Iri hati terhadap kecakapan dan keahlian orang lain.

3. Mudah dipengaruhi oleh gunjingan & pendapat orang lain & cepat termakan pujian.

4. Terlalu banyak memusatkan perhatian pada orang lain, namun kurang memperhatikan sifat-sifat buruknya sendiri.

5. Tak mampu membuat keputusan.

6. Diperbudak oleh kenikmatan panca indra.

7. Dendam dan pengecut

8. Pandai mengelak dan menipu, hanya memperhatikan omongannya sendiri, kurang sopan santun.


9 Kesanggupan inti dalam diri pemimpin


1. Kesanggupan untuk membaca kondisi lawan.
2. Kesanggupan untuk mengenali taktik menyerang dan mundur.
3. Kesangupan untuk mengenali keterbatasan sumbernya.
4. Kesanggupan untuk mengenali saat yang tepat untuk bertindak.
5. Kesanggupan memanfaatkan unsur-unsur alam semesta dan memahami keuntungan dan kerugian yang tak dapat diubah dalam situasi tertentu.
6. Kesanggupan untuk menunjukkan ide murni dalam merencakan strategi dan menyodorkan kejutan menyeluruh di mata lawan.
7. Kesanggupan untuk merahasikan rencanaya.
8. Kesanggupan untuk menciptakan harmoni di antara pasukkanya.
9. Kesanggupan untuk menghasilkan tujuan yang senada diantara pasukkannya.


2 Standar kepemimpinan yang baik


1. Pemimpin yang baik tidak boleh sombong.
2. Pemimpin yang baik tidak boleh kikir.


5 Kelebihan dan 8 Hambatan seorang pemimpin


5 kelebihan :

1. Memiliki wawasan yang luas dan kesanggupan untuk memotivasi orang lain.
2. Menghormati para sesepuhnya dan murah hati terhadap saudara-saudaranya.
3. Setia dan loyal kepada teman-temannya.
4. Toleran terhadap khayalak ramai.
5. Rajin melaksanakan tugasnya untuk meraih tujuannya.

8 hambatan :

1. Tidak bisa membedakan maa yang benar dan mana yang salah.
2. Tidak mempekerjakan individu yang cakap.
3. Tidak mematuhi hokum dengan tegas.
4. Tidak melakukan tugas social bagi yang membutuhkan.
5. Tidak sanggup memproyeksikan hasil di masa depan.
6. Tidak sanggup mencegah kebocoran informasi tingkat tinggi.
7. Tidak mampu merekomendasikan orang yang layak untuk tugas yang tepat.
8 Tidak mampu bertanggung jawab penuh atas kekalahannya..


3 Hal Yang Wajib Dimiliki Oleh Pemimpin Yang Baik


1. Jantung dan perut: Pemimpin yang caap harus dapat mengelilingi dirinya dengan para penasihat yang bijak dan dapat dipercaya.

2. Telinga dan mata: Pengetahuan itu kekuatan

3. Cakar dan gigi : Pemimpin yang mahir membutuhkan orang-orang yang mengkhususkan diri dalam melaksanakan naluri membunuhnya untuk mempersenjatai diri guna meraih tujuan.


4 Peraturan Dasar Kepemimpinan

1. Jelaskan dengan gamblang, apa yang menjadi pengharapan anda dari mereka.
2. Pimpin mereka dengan keteladana dan kebajikan.
3. Promosikan yang memiliki kemampuan dan ilhamilah yang cakap sehingga dapat memotivasi mereka meraih kinerja puncak.
4. Patuhi standar penghukuman dan penghargaan anda.


5 Cara Mengerakan Pasukan Anda

1. Tariklah orang-orang yang memiliki bakat luar biasa dan janjikan pada mereka jabatan bergengsi serta pendapatan yang memadai
2. Perlakukan bawahan anda dengan penuh penghargaan dan yakinilah kekampuan mereka untuk melaksanakannya
3. Tetapkan standar yang jelas tentang apa yan diharapkan dari kinerja mereka, puji atau tegur mereka sesuai prosedur
4. Pacu anak buah anda dengan penetapan standar kinerja
5. Perhatikan semua “hal kecil yang benar” yang telah mereka lakukan, lalu puji mereka. Akui kinerja luar biasa mereka dengan bonus dan pengangkatan.


Jalur Menuju Mental Baja, Pantang Menyerah


Kedua roda mental baja pantang menyerah adalah pengetahuan dan pengalaman dari peristiwa-peristiwa rohani yang digabungkan dengan kesadaran akan pengetahuan praktis tentang kelangsungan hidup.

0 komentar:

Post a Comment